Friday, August 31, 2012

Hillary Clinton akan ke Indonesia Lagi

Reuters/Jacquelyn Martin
Hillary Clinton akan ke Indonesia Lagi
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Hillary Clinton (ilustrasi).
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Hillary Clinton, akan mengunjungi Indonesia pada pekan depan. Kunjungan ini merupakan kali kedua setelah sebelumnya ia datang pada Februari 2009, setelah pengangkatannya sebagai Menteri Luar Negeri dalam pemerintahan Presiden Barack Obama.

Kedatangan Hillary ke Tanah Air ini sebagai bagian dari turnya ke enam negara di kawasan Asia Pasifik, termasuk ke Cina. Juru bicara kepresidenan, Julian Aldrin Pasha membenarkan akan adanya kunjungan Hillary Clinton. Ia mengatakan Hillary akan bertemu dan berkomunikasi dengan Menteri Luar Negeri, Marty Natalegawa, dan akan melakukan kunjungan kehormatan dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

“Akan melakukan kunjungan courtesy call kepada Presiden SBY. Seperti biasa ada permohonan atau pengajuan bertemu dengan Presiden dari Menlu negara sahabat itu pasti. Belum lama ini Bapak Presiden juga berkenan menerima courtesy call dari Menlu Cina atau Menlu Tiongkok,” katanya saat ditemui di Bina Graha, Jumat (31/8).

Ia mengatakan, pertemuan antara Hillary dan Presiden SBY dijadwalkan, pada Selasa (4/9). Agenda yang dibicarakan, lanjutnya, lebih pada peningkatan kerja sama yang telah terjalin baik selama ini. “Disamping mempererat persahabatan antara Indonesia dan AS,” katanya.

Rencananya, Hillary dijadwalkan tiba pada Senin (3/9) sore di Bandara Halim Perdanakusumah. Kunjungan ke enam negara tersebut akan dijadikan kesempatan bagi Clinton untuk mendiskusikan kondisi di kawasan Laut Cina Selatan yang memanas belakangan ini.

Clinton akan mengawali kunjungannya ke Kepulauan Cook pada Jumat (31/8) dan akan berbicara dengan sejumlah pemimpin di kawasan kepulauan Pasifik. Setelah itu, dia ke Indonesia, Cina, Brunei Darussalam, dan Timor Leste. Perjalanan Hillary berakhir di Vladivostok, Rusia. Di sana, dia akan mewakili Presiden Barack Obama dalam pertemuan tingkat tinggi para pemimpin ekonomi APEC pada pekan pertama bulan September ini.

10 Negara Terkaya Di dunia

Majalah Forbes melansir 10 negara terkaya di dunia. Forbes memeringkat negara tersebut berdasarkan perhitungan PDB perkapita dari Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF).

Untuk membuat peringkat negara-negara terkaya di dunia, Forbes melihat pada PDB per kapita yang disesuaikan dengan daya beli bagi 182 negara.

“Hal ini, pada dasarnya, satu-satunya cara kita harus membandingkan PDB antar negara,” ucap Gian Luca Clementi, Profesor Ekonomi di Universitas New York kepada Forbes seperti dikutip Jumat (2/3/2012).

Berikut Peringkat 10 negara terkaya di dunia :
1. Qatar

Jika kekayaan adalah kekuatan, maka orang-orang Qatar mempunyai beberapa otot yang harus serius dilenturkan. Berlokasi di Teluk Persia Emirat dengan 1,7 juta warga ini, Qatar tercatat sebagai negara terkaya di dunia.

Qatar harus berterima kasih kepada harga minyak yang melambung tinggi dan besarnya cadangan gas alam yang mereka miliki. Dengan menyesuaikan daya beli, Qatar mencatat produk domestik bruto per kapita diperkirakan lebih dari US$ 88.000 untuk tahun 2010.

Qatar mempunyai cadangan gas alam terbesar ke-3 di dunia, dan sebagian besar sudah diinvestasikan dalam infrastruktur untuk mencairkan dan mengekspornya.

2. Luxemburg

Urutan ke-2 adalah Luxembourg sang “ikan kecil perkasa”. Dengan daya beli PDB per kapita diatas US$ 81.000. Negara dengan warga yang hanya mencapai setengah juta ini menjadi pusat keuangan di paruh kedua abad ke-20. Sebagian berkat kerahasiaan hukum perbankan yang sangat ketat dengan reputasi atas “surga nya pajak”.
3. Singapura

Diikuti oleh Singapura di nomor 3 yang negaranya digerakkan oleh sektor teknologi, manufaktur dan finansial. Pendapatan per kapita masyarakatnya sebesar hampi US$ 56.700.
4. Norwegia

Di Norwegia, yang menempati peringkat ke-4, jumlah pendapatan dari minyak bumi yang sebagian besarnya adalah hasil ekspor dan merupakan kontribusi utama bagi negara ini. Disesuaikan PDB per kapita, Norwegia mencatat PDB per kapita yang hampir mencapai US$ 52,000. Negara tersebut juga merupakan salah satu negara ekspotir gas terbesar.

5. Brunei

Sementara itu, Brunei yang terletak di Pulau kalimantan, menuai manfaat dari minyak bumi dan ladang gas alam yang sangat luas dan masuk di peringkat ke-5. PDB per kapita-nya lebih dari US$48,000.

6. Uni Emirat Arab

Salah satu negara penghasil minyak terbesar ini menempati posisi ke-6 sebagai negara terkaya di dunia. Forbes memilih Uni Emirat Arab karena memiliki PDB per kapita yang mencapai US$ 47.439

7. Amerika Serikat

Salah satu negara terbesar di dunia ini menempati posisi ke-7 jajaran negara terkaya. Negara yang dipimpin Presiden Barrack Obama ini memiliki PDB per kapita yang mencapai US$ 46.860

8. Hong Kong

Negara yang memiliki 3 pulau ini terkenal dengan bandar udara yang cukup modern. Forbes menempatkan Hong Kong di posisi ke-8 dengan PDB per kapita yang mencapai US$ 45.944

9. Swiss

Swiss merupakan negara Eropa tengah yang berbatasan dengan Jerman, Perancis, Italia dan Austria. Forbes menempatkan Swiss di posisi ke-9 dengan memiliki PDB per kapita yang mencapai US$ 41.950

10. Belanda

Negara kincir angin ini memiliki PDB per kapita yang mencapai US$ 40.973. Belanda menempati posisi paling buncit 10 negara terkaya di dunia.